Miss Gondosari

'Cause life is meant to be shared
All Posts Letters for Athalia Thoughts

Dear SMA Athalia, Get Your Priorities Right

Dear My Juniors,

Kalian mungkin belum pernah aku, dan mungkin detik ini juga kalian bingung kenapa bisa orang nggak dikenal tiba-tiba menulis surat buat kalian. Sabar, aku terangkan dulu. Kalau kalian baca teliti salam pengantar surat ini, kalian harusnya bisa menebak bahwa aku adalah siswi angkatan diatas kalian. Dan tepat sekali, karena aku adalah siswi angkatan 2 Sekolah Athalia, tapi aku sudah lulus dan sekarang sudah kuliah. Dan, kalian boleh panggil aku Tasia. Maksudku menulis surat ini sih, walaupun kita belum pernah ketemu tapi rasanya ada banyaaak sekali hal yang ingin kusampaikan, tapi berhubung aku tinggal 12 ribu kilometer dari kalian, ada baiknya kutulis surat saja.

Sempat aku mengunjungi kalian beberapa minggu lalu di tengah-tengah EduFair, walaupun kalian mungkin nggak nyadar. Maksudnya sih aku pengen mengunjungi guru-guruku  yang masih di Athalia, yang adalah guru kalian juga, sekaligus melihat perkembangan sekolah. Berhubung kalian lagi pada EduFair, ya sudah aku ikutan melihat acara EduFair kalian. Seru juga ya, banyak kampus yang berkunjung. Kalian dan orangtua kalian sih kelihatannya antusias banget, EduFair belum resmi dibuka juga udah langsung capcus aja ngobrol sama orang-orang representasi dari kampus. Ada juga yang tertarik untuk sekolah di luar negeri. Aku sih senang melihatnya, kalian planning masa depannya udah dimulai dari dini dan dipersiapkan di sekolah yang bagus.

Kalian sih kelihatannya begitu sibuk. Tapi apakah hal terpenting sudah dipersiapkan?

Aku sih bisa membayangkan, mungkin ada beberapa dari kalian yang mukanya bakal langsung datar kalau aku menyebut karakter sebagai hal terpenting yang aku maksud. Di Athalia, setiap detik yang kita habiskan di sekolah rasanya semuanya tentang karakter. Yaaa, dulu di waktuku juga begitu sih. Tapi itu mungkin karena kalian belum pernah ngerasain manfaatnya.

Aku kuliah d iManchester, Inggris. 7.5 ribu km dari orangtuaku di Nigeria dan 12 ribu km dari Serpong.  Berdasarkan pengalamanku sih, kuliah sih seru, menantang, life-changer. Tapi perlu iman dan karakter yang kuat untuk bisa survive. Orang-orang di sekitar kita nggak selamanya benar. Disini di Inggris, banyak orang yang sudah nggak percaya dengan Tuhan. Nggak pernah ke gereja selain Natal dan Paskah dan menolak agama. Mereka menolak Tuhan terang-terangan. Tapi jadinya hidupnya kosong dan diisi dengan mabuk-mabukan. Pergi keluar jam 10 malam dan kembali ke rumah jam 2 pagi. Tidur dengan orang (lain jenis) yang nggak di kenal. Btw, ini semua aku nggak bikin-bikin lho, aku kenal dengan orang-orang ini.

Kalau teman-teman kalian semua hidupnya seperti ini, apakah kalian yakin nggak bakal ikutan?

Aku telah genap 4 tahun tinggal disini dan by the grace of God, aku bisa bersyukur Tuhan menjaga aku untuk tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang nggak benar. Sampai sekarang, aku nggak merasa malu nggak pernah ikut-ikutan dengan mereka. Aku sih lebih menghargai hidup, melakukan hal-hal yang berguna. Aku sih sampai sekarang juga nggak ngerti dengan teman-temanku yang mabuk-mabukan lalu besokannya nggak bisa bangun karena sakit kepala (hangover).

Kenapa aku nggak mau ikut? Ya jelas, mabuk-mabukan itu merusak tubuh kita. Merusak sel-sel kita. Banyak penyakit yang datang, dari cirrhosis, kanker dan banyak penyakit lainnya. Juga, dengan ikut-ikutan hal-hal begitu, itu tandanya aku masuk dalam pergaulan yang tidak sehat. Pergaulan yang salah. Pergaulan yang salah nantinya akan mempengaruhi kita untuk melakukan hal-hal yang  nggak benar, dilanjutkan dengan mengubah kita menjadi orang yang juga nggak benar. Pada akhirnya, semua ini menyebabkan kita semua tambah berdosa dan menjauh dari Tuhan. Tuhan sendiri sudah berpesan dalam Alkitab untuk nggak mabuk-mabukan dan Dialah yang paling tahu apa yang bagus dan nggak bagus buat kita.

Dan semua itu kembali lagi dengan didikan yang benar semasa aku masih di Athalia dulu. Sekolah yang bijak, karena mementingkan surga yang kekal dibandingkan dunia yang fana. Seperti kalian semua, aku juga diajari tentang pentingnya mencari teman yang benar, tentang ketekunan, tentang menjaga diri. Aku diajari tentang apa yang benar dan apa yang salah. Apalagi aku di Athalia selama sekitar 13 tahun (KB – SMA1), jadi didikan itu punya waktu yang lama untuk berakar dan tumbuh.

Jangan sampai kalian takut untuk kuliah ya. Hidup ini memang sulit. Banyak orang-orang yang nggak benar di dunia ini. Makanya aku pesankan persiapkan karakter kalian yang baik, mumpung ada kesempatan untuk latihan. Belajar yang baik, dengar-dengaran sama guru. Alkitabnya dibaca yang benar. I wish you all the best, friends.

 

Best,

 

Tasia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *